Random

Open House Museum Biofarma Bandung

Posted on in Random

Kesehatan adalah harta yang berharga buat saya. Kenapa? Karena dengan memiliki tubuh yang sehat, saya bisa melakukan segala hal yang berguna untuk diri sendiri, keluarga, lingkungan, bangsa dan negara (woo lebay). Tapi kalau sakit? Hmmm… Selain sengsara banget rasanya, bisa juga malah nyusahin orang lain. Belum lagi jumlah biaya yang harus dikeluarin untuk menyembuhkan. Duh… Jangan sampai deh.

Makanya nggak lebay kan kalo saya berprinsip untuk menjaga kesehatan sebaik mungkin. Dimulai dari kesehatan diri sendiri dulu deh. Dulu waktu kita kecil, orangtua kita pasti menjaga kita sepenuh hati, bawa ke dokter buat imunisasi, vaksin ini itu, dan merawat waktu kita demam atau cuma keselek sekalipun. Nah di saat kita sudah dewasa seperti sekarang ini, sudah jadi kewajiban kita untuk menjaga kesehatan diri sendiri dan juga orang-orang tersayang kita kan.

Virus flu bisa menular kapan saja, lho.
Sumber: Facebook page Biofarma

Salah satu yang kemarin saya lakukan adalah vaksin influenza. Walopun tampaknya sepele, tapi virus flu itu bisa jadi berbahaya kalau nggak diurus dengan baik lho. Ingat kan heboh kasus flu burung, flu Australia, dan flu-flu yang aneh-aneh itu. Makanya saya seneng banget waktu Biofarma memproduksi vaksin flu dan saya bisa langsung divaksin di Biofarma dengan biaya sekitar Rp 200,000-250,000 saja. Jelas mencegah penyakit ini lebih murah daripada nanti kalo kena, kudu berobat yang bisa jauh lebih mahal biayanya kan.

Beruntunglah kita yang tinggal di Indonesia ini, karena kita punya Biofarma, perusahaan bioteknologi yang memproduksi vaksin-vaksin untuk mencegah berbagai penyakit. Biofarma sebagai perusahaan layanan kesehatan yang berdiri sejak Agustus 1890 dan kemudian pindah ke Bandung pada tahun 1923, merupakan sebuah perusahaan bioteknologi yang telah memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan mendapatkan pra-kualifiasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO). Biofarma telah berkontribusi untuk meningkatkan kualitas hidup bangsa dan lebih dari 130 negara di dunia. Bahkan 50 negara di antaranya tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

Museum Biofarma yang berada di dalam kompleks Biofarma, Bandung

Nah, kiprah Biofarma sebagai salah satu penghasil vaksin di dunia ini sekarang terangkum di sebuah museum yaitu Museum Biofarma. Pada hari Rabu tanggal 18 Juli 2018 kemarin, saya berkesempatan untuk menghadiri open house Museum Biofarma di Jalan Pasteur Bandung ini bersama teman-teman blogger. Sebelum kami melihat-lihat isi museum, Bapak Disril Revolin Putra, Direktur SDM Biofarma dan juga ibu Kenny Dewi Kaniasari, Kepala Disbudpar Bandung menjelaskan bahwa Museum Biofarma ini bisa jadi salah satu spot pariwisata yang menambah marak kota Bandung untuk lebih dikenal turis-turis baik lokal maupun mancanegara. Nantinya mungkin Museum Biofarma ini bisa dimasukkan dalam paket-paket wisata untuk lebih mengenal sejarah kesehatan Indonesia, seperti museum-museum yang dicontohkan oleh Bapak Lutfi Yondri, arkeolog yang juga dosen di Universitas Padjajaran Bandung.

Bapak Disril Revolin Putra, Direktur SDM Biofarma di talkshow Open House Museum Biofarma

Oke, sekarang kita lihat museumnya ya. Museum Biofarma ini tempatnya nggak luas-luas amat, tapi pengaturan ruangan yang apik jadi membuat museum ini menyimpan banyak informasi dan tetap nyaman untuk ngider-ngider di dalamnya. Museum ini berkonsep interaktif, jadi ada juga panel-panel video digital dan pop-up card berisi informasi yang berguna. Waktu saya pertama masuk ke sana, dipandu oleh salah satu pemandu museum Biofarma yang menjelaskan perkembangan kesehatan Indonesia dari masa ke masa, sampai munculnya vaksin yang berjasa menyelamatkan banyak nyawa. Dan juga perjalanan Biofarma sebagai perusahaan bioteknologi yang turut andil dalam membuat berbagai ‘keajaiban-keajaiban’ medis dari awal berdiri sampai saat ini.

Pemandu Museum Biofarma menjelaskan perjalanan Biofarma dari masa ke masa
Display-display di dalam Museum Biofarma
Peta sebaran vaksin Biofarma di dunia

Kalau kamu ingin mengunjungi Museum Biofarma ini, alamatnya di Jl. Pasteur No. 28, tepatnya di bawah jalan layang Pasupati. Kamu bisa reservasi dulu melalui telepon (022) 2033755 dan Email ke mail@biofarma.co.id atau cek website mereka di sini http://www.biofarma.co.id/i-want-to/tour-de-museum/. Museum ini dibuka untuk umum setiap hari Rabu dan Kamis dari pukul 09.00 sampai 11.30. Mungkin ke depannya nanti bakal nambah juga jam kunjungannya, biar semakin banyak orang yang bisa belajar sejarah perkembangan kesehatan Indonesia di sini ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *